January. January, tepat satu bulan yang lalu aku ingin melupakan mu. Sejak terakhir kita bersama, sejak terakhir kita bertatap muka. Aku ingin melupakan mu, semua dan segalanya. Tak ada yang ingin aku sisakan meski hanya setitik rindu, tak ada. Tak ada yang bersisa bagimu setelah itu, tepat satu bulan yang lalu. Saat semua harapan dan hati kau patahkan, saat semua janji dan perlakuan kau lupakan, saat kau memilih kembali padanya. Menyisakan kepingan hati yang hampir benar benar hancur. Dan tanpa peduli kini kau kembali, meminta semua rasa yang sempat akan ku kubur dalam dalam, yang akan ku hapus total. Dalam waktu sesingkat itu, baru satu bulan yang lalu. Semua kau hancurkan, kini mau kau bangun lagi. Dan bodohnya aku, ku berikan lagu puing yang bersisa untuk kau bangun lagi dengan kokoh. Tepatsatu bulan yang lalu aku ingin melupakan mu, kini malah aku yang terikat lagi oleh mu. Sebenarnya aku yang bodoh, atau kau yang begitu licik, January.