Postingan

ibu

aku ingin mencintaimu ibu seluas samudra melebihi awan awan tinggi tak pernah mati dan habis meski kau tak lagi disini dengan sepiring nasi yang kau sajikan untuk terakhir kali aku ingin membawakan nirwana bulan terang untuk menjadi penerangmu disana ingin ku bawa ibu ke luas laut biru agar dirimu tidak penat bertumpu pada tanah akan ku bawakan ribuan melati semerbak sebagai pewangimu yang abadi aku berdiri mendirikan doa doa tiap malam hanya untuk melihatmu terus tersenyum aku ingin mencintaimu ibu sebesar besarnya meski tak melibihi-Nya aku ingin mencintaimu ibu terlebih untuk merelakan mu pergi bersama-Nya _P

aku masih...

setelah selama ini, belati pengusung dada masih tetap tertancap bahkan jauh lebih dalam, lebih menyakitkan dari sebelumnya. ada ragu di sela sepi hatiku, kamu sebenarnya yang aku mau atau rintik derai pipiku, hanya basi dalam rindu yang kian menggebu setelah basa basi yang aku lakukan, kau tak lagi sama seperti yang kemarin semakin masuk belati itu menusuk semakin jauh kamu dari jangkauanku sekarang jantung ini semakin deras air mata ini semakin berdetak jiwa ini semakin nafsu dan raga ini semakin bernyawa setelah selama ini, yang kau tahu perasaanku tak lagi mati semakin dalam berdarah di hati, bahkan semakin besar seluruh tancap yang kau kirim tak buat aku lalai, aku masih kuat hatiku masih ingin kamu ragaku masih ingin kamu kamu dan segala belati tajammu tak lagi bisa merengkuh aku akan terus berlari meski dalam jurang semakin di depanku -panpan

09.25 pm

paham, kini aku paham bahwa cinta padamu terlalu besar hingga membuat mu repot dan tak bisa membalas dan ya terimakasih telah menyadarkan terimakasih telah membuat ku mampu beri cinta sebesar itu dan terimakasih telah membuat ku mampu meninggalkan cinta sebesar itu karena aku tahu sampai kapanpun kamu tak pernah bisa membalasnya ya, karena kamu tak mau

Satu bulan yang lalu

January. January, tepat satu bulan yang lalu aku ingin melupakan mu. Sejak terakhir kita bersama, sejak terakhir kita bertatap muka. Aku ingin melupakan mu, semua dan segalanya. Tak ada yang ingin aku sisakan meski hanya setitik rindu, tak ada. Tak ada yang bersisa bagimu setelah itu, tepat satu bulan yang lalu. Saat semua harapan dan hati kau patahkan, saat semua janji dan perlakuan kau lupakan, saat kau memilih kembali padanya. Menyisakan kepingan hati yang hampir benar benar hancur. Dan tanpa peduli kini kau kembali, meminta semua rasa yang sempat akan ku kubur dalam dalam, yang akan ku hapus total. Dalam waktu sesingkat itu, baru satu bulan yang lalu. Semua kau hancurkan, kini mau kau bangun lagi. Dan bodohnya aku, ku berikan lagu puing yang bersisa untuk kau bangun lagi dengan kokoh. Tepatsatu bulan yang lalu aku ingin melupakan mu, kini malah aku yang terikat lagi oleh mu. Sebenarnya aku yang bodoh, atau kau yang begitu licik, January.

tidak untuk kembali

Pertemuan singkat kita disini, berhasil memaksa ku untuk mengais kembali segala kenangan yang jelas sudah aku kubur dalam dalam. Kau berhasil menarik ku kembali ke masa lalu, bahkan setelah lama aku pergi menjauh. Kau bahkan tak punya hati untuk peduli, kau pikir aku masih benar benar sehebat dulu. Seharusnya kau mengerti kenapa aku pergi kala itu. Tak ada hal penting yang kau bicarakan, hanya membuang waktuku. Membuang segala batas yang ku buat untuk tak mengingat mu. Kini kau datang tanpa salam seolah tak pernah puas dan jera, seolah ingin mengulang hal yang sama. Maka harus aku lagi yang mengalah.

adakah

Kesenangan kesenangan yang dibuat Sementara, semu, hilang, lenyap Tak ada datang penyesalan di depan Melihat ke depan memang penting Di dalam zona nyaman memang senang Tapi cobalah untuk lihat kebelakang Ingatlah masa lalu yang membawamu Adakah? Adakah orang yang tersakiti Saat dirimu tertawa dengan riangnya.